


Tantangan Lingkungan & Fokus Studi
Kegiatan pertambangan batu bara memiliki potensi menghasilkan air limbah dan air asam tambang yang dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan perairan. Tantangan utama dalam proyek ini meliputi:
- Pengendalian air asam tambang agar memenuhi baku mutu
- Pengolahan air limbah sebelum dibuang ke badan air
- Pemantauan kualitas air secara berkelanjutan
- Pemenuhan regulasi lingkungan terkait pembuangan air limbah
Apa yang Dilakukan & Hasilnya
PT Djaya Enviro Consulting melakukan pendampingan teknis melalui:
- Penyusunan Kajian Teknis Pengelolaan Air Limbah
- Evaluasi sistem pengolahan air limbah eksisting
- Pendampingan pengurusan Persetujuan Teknis Pembuangan Air Limbah
- Koordinasi teknis untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi
Dalam implementasinya, PTBA menerapkan berbagai metode pengolahan, antara lain:
- Kolam pengendapan lumpur
- Metode biologis menggunakan eceng gondok
- Pengolahan kimia dengan koagulan
- Netralisasi dan koagulasi air asam tambang
- Pemantauan kualitas air secara rutin
Hasil utama:
- Sistem pengelolaan air limbah berjalan sesuai standar lingkungan
- Kualitas air buangan memenuhi ketentuan yang berlaku
- Dampak negatif terhadap lingkungan perairan dapat diminimalkan
Pelajaran & Relevansi untuk Djaya Enviro
Proyek ini menunjukkan pentingnya pendekatan teknis yang terintegrasi dalam pengelolaan air limbah di sektor pertambangan. Kombinasi metode fisik, biologis, dan kimia, serta pemantauan berkelanjutan, menjadi kunci dalam memastikan kepatuhan regulasi dan perlindungan lingkungan.
Kesimpulan
Pengelolaan air limbah dan pengurusan Persetujuan Teknis Pembuangan Air Limbah PT Bukit Asam Tbk merupakan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan operasional pertambangan. Dengan pendampingan PT Djaya Enviro Consulting, pengelolaan air limbah dapat dilakukan secara efektif, patuh regulasi, serta berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan dan ketahanan energi nasional.







