


Tantangan Lingkungan & Fokus Studi
Kegiatan produksi bata ringan AAC menghasilkan Limbah B3 berupa Fly Ash dan Bottom Ash dari penggunaan batu bara sebagai bahan bakar. Tantangan utama yang dihadapi meliputi:
- Pengelolaan Limbah B3 agar tidak mencemari lingkungan
- Pemanfaatan limbah secara aman dan sesuai regulasi
- Pengurangan ketergantungan terhadap bahan baku konvensional
Apa yang Dilakukan & Hasilnya
PT. Djaya Enviro Consulting memberikan pendampingan teknis melalui:
- Arahan dan pendampingan di lapangan terkait pemanfaatan Limbah B3
- Penyesuaian proses pemanfaatan limbah sesuai ketentuan KLHK
- Penyusunan dan pendampingan dalam pengurusan persetujuan teknis
Hasil utama:
- Persetujuan teknis pemanfaatan Limbah B3 diperoleh untuk tiga plant
- Fly Ash dan Bottom Ash dimanfaatkan sebagai bahan baku bata ringan AAC
- Timbulan Limbah B3 berkurang dan efisiensi sumber daya meningkat
Pelajaran & Relevansi untuk Djaya Enviro
Proyek ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Limbah B3 dapat memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi apabila dilakukan dengan pendekatan teknis yang tepat. Pendampingan yang terstruktur dan pemahaman regulasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pemanfaatan Limbah B3 di sektor industri manufaktur.
Kesimpulan
Pemanfaatan Limbah B3 Fly Ash dan Bottom Ash oleh PT Superior Prima Sukses merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pendampingan PT Djaya Enviro Consulting, kegiatan pemanfaatan limbah tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui siklus produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.







